Kebahagiaan dan Keteduhan Jiwaku Yang Sulit Terlukiskan

Sep 03

2013 09 05 2013095 cannon beach

Aku ingin berbagi pengalaman ini kepadamu.

Aku merenungkan fakta unik ini dalam putaran aktifitasku selama sehari aemalam

Pertama: Minimal sebanyak 17 kali akub mengucapkan kalimat pujian: ALHAMDULILLAAHI ROBBIL AALAAMIIN. Arti kalimat ini adalah: Segala pujian hanya bagi ALLAH Pencipta, Pemilik dan Pengatur Mutlak kehidupa ini.

Kedua: Minimal sebanyak 17 kali juga aku mengucapkan kalimat yang bersi pujian berikut ini: SAMIALLAHU LIMAN HAMIDA RABBANAA WALAKAL HAMDU MIL US SAMAAWAATI WA MILUL ARDHI. . . . . Arti kalimat itu kurang lebih: “Allah, Engkau mendengar semua yang memujimu. Ya Tuhan ku segala pujian hanya untuk Mu, sepenuh langit dan sepenuh bumi serta sebanyak yang engkau kehendaki untuk diri Mu sendiri. . .”

Berarti aku mengucapkan kalimat PUJIAN atau SYUKUR sebanyak 34 kali totalnya.
Kalau aku mengucapkan kalimat itu sebanyak itu, semestinya aku mengalami perubahan perubahan suasana dalam pikiran, perasaan, hati dan jiwaku.

Terdorong oleh harapan itu, aku kemudian belajar secara teratur melakukan hal hal ini secara berurutan:

Pertama: Setiap ada kesempatan mengucapkan kalimat pujian itu, saya lalu membawa pikiran dan perasaanku untuk mengingat ingat dan menyadari kembali semua kesuksesan, kebahagiaan, keberhasilan, anugrah, keajaiban hidup dan semua hal yang kumiliki sekarang. Tiba tiba perasaan lapang merasuki hatibdan jiwaku.

Kedua: Aku lalu membangkitkan kembali semua ingatanku untuk mengenang kembali bagaimana semua kesuksesan, kebahagiaan, keberhasilan, anugrahb, keajaiban hidup serta semua apapun yang kumiliki sekarang, ternyata ditakdirkan Tuhan sampai kepadaku dengan penuh perjuangan, pengorbanan, keletihan, kelelahan, dan sekaligus kenikmatan batin. Dan ketika itu aku semakin menyadari bahwa pada semua yang kudapatkan itu terdapat campur tangan mutlak kekuasaan dan pengaturan NYA.

Semakin aku menenggelamkan diri dengan aktifitas yang kedua ini, aku merasakan begitu kuatnya selimut kasih sayang NYA melingkupi diriku. Aku merasakan kedamaian yang tiada tara, keteduhan perasaan yang tak terkira.

Aku cukupkan sampai disini dulu ya. . . .

Besok insyaAllah aku akan melanjutkannya. . . .

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *