Jiwa-jiwa Pemberani yang Menggetarkan Penjajah

Nov 20

Palestina

“Pejuang dikota itu tidak akan bisa dikalahkan, sebab mereka mencintai kematian seperti penjajah itu mencintai kehidupan”

Sahabat sahabatku cobalah engkau simak ekspresi ekpresi pejuang pejuang kota Gaza berikut yang perjuangannya melawan kebiadaban Yahudi telah menimbulkan simpati dan dukungan dunia:

1. Saat Benyamin Netanyahu mengungkapkan secara terbuka dengan sangat pongah tentang rencana penyerangan ke kota Gaza dengan 75 ribu pasukannya, juru bicara al Qassam Abu Ubaidah membalas pernyataan Netanyahu dengan mengatakan: “Daerah Gaza sangat terbatas, tidak sanggup menampung tawanan kalian sebanyak itu”.

2. Pada kesempatan berbicara dengan wartawan Abu Ubaidah, Jubir al Qassaam menyampaikan tentang apa yang telah dilakukan pejuang Gaza setelah Israel menyerang:

“Operasi ‘Hijaroh Sijjiil’ bukan lah yang terakhir. Tapi ini masih permulaan. Masih banyak kejutan-kejutan al Qassaam ke depan. Roket M75 salah satu contohnya adalah roket baru rakitan lokal 100 %, murni made in Qassaam yg diprakarsai asy Syahid Ibrohim al Muqodamah, roket2 ini diluar dugaan radar roket penangkal israel, juga roket Fajr 5. Kami sudah luncurkan 900 roket. Kami peringatkan musuh yahudi dalam rencana serangan darat. Kami yg dulu kuat bertahan dibombardir selama lebih dari 20 hari di perang Furqon 2008-2009, maka saat ini kami lebih siap dan lebih kuat bertahan menghadapi serangan musuh yahudi. . Atas izin Allah”.

Diakhir pertemuan dengan wartawan itu beliau bacakan ayat terakhir QS Ali Imron.”Ishbiruu Wa Shoobiruu Wa Roobithuu. .”

3. Berikut ini adalah Surat Jihad Walikota Bait Lahiya yang sudah ditranskip;

“Wahai saudara kandung kami. . . yg Muslim. . Assalamualikum warahmatullah. .

Aku tuliskan surat ini kepad kalian, dari tengah pertempuran, dari tengah api dan asap serta debu. Sesungguhnya ini adalah perang terhadap Islam, perang terhadap aqidah, perang terhadap skelompok orang beriman di Gaza, perang terhadap Hamas dan perjuangan.

Kami tegaskan kepada kalian, pilihan kami hanya menang atau mati syahid. Lalu kalian lah yg melanjutkan. . . Karena Al-Aqsa adalah amanah di atas pundak-pundak kalian.

Saudara kalian Izzuddin Dahnun,
Walikota Baitlahiya”

4. Sepucuk surat Palestina lainnya yang sudah ditranskip:

“Jangan menangis untuk kami, karena bukan itu yang kami butuhkan. Justru kamilah yang menangisi kalian, karena kalian tidak bisa membersamai kami dalam merasakan manisnya syahid”

Saya lalu teringat pada sebuah moment 10 tahun lalu ketika tokoh dan pemimpin perjuangan mereka ditanya dalam sebuah forum,”Apa rahasianya sehingga pejuang pejuang Palestina memiliki semangat, kesabaran dan keberanian perjuangan yang sangat menakjubkan?”

“Kuncinya adalah ini, kami mendidik generasi kami dengan ini,” jawab sang tokoh tersebut sambil mengacungkan mushaf Al Quran.

Satu komentar

  1. subhanallah!!!!!
    Palestine tomorrow will be free coz we will not go down

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *