Jangan Sampai Pertahanan Jiwamu Jebol

Feb 05

2013 02 05 +1257278292qsbduvv

“Bisa kau teruskan obrolan kita yang terputus kemarin? Janjimu kan mau menjelaskan mengapa orang berperang juga membutuhkan hiburan”

“Baik lah. Saya ingin memulainya dengan kejadian bunuh diri yang dilakukan oleh seorang tentara Amerika Serikat setelah pulang dari perang di Afghanistan”

“Apa hubungannya antara bunuh diri tentara itu dengan hiburan yang hendak engkau jelaskan?”

“Sabarlah dulu. Nanti juga kamu akan mengerti. Tentara Amerika Serikat itu bernama Wlliam Busbee. Ia baru pulang dari tugas perangnya di Afghanistan. Saat sudah berada kembali di Amerika Serikat, tepat pada 20 Maret 2012 lalu, dimalam hari, William Busbee mengunci diri didalam mobilnya. Tanpa sepengetahuan keluarganya, dia menembakkan pistol ke arah kepalanya sendiri. Dia tewas dengan cara mengenaskan”

“Apa penyebabnya hingga dia melakukan tindakan itu?”

“Ibunya bilang, sepulang dari Afghanistan William Busbee sering bertingkah aneh. Serdadu Amerika kerap mencuci tangannya berulang kali dibawa kran sambil berkata pada ibunya, ‘Mama ini tidak bisa dibersihkan ‘. Lalu ibunya bertanya dengan heran, ‘ Apa yang kamu bicarakan Wlliam?’. Wlliam menjawab, ‘Darah ini tidak bisa hilang ‘“

“Sepertinya dia begitu shock dan trauma sekali atas insiden berdarah di medan perang Afghanistan ya?”

“Yah dia pantas mengalami perasaan shock dan trauma, karena di medan perang dia tidak hanya merasa bersalah atas korban yang dibunuhnya ternyata berasal dari penduduk sipil yang tidak berdosa, tetapi juga motiv memerangi lawan lawannyapun di medan perang membimbangkan dirinya. Dalam perasaannya orang orang yang dibunuhnya bukanlah orang orang yang bersalah terhadap dirinya dan terhadap negara Amerika yang mengirimnya untuk berperang”

“Apa hanya perasaan bersalah dan berdosa saja yang membuatnya memilih keputusan bunuh diri?”

“Menurutku tidak. Selama bertugas dimedan perang William Busbee yang ketika bunuh diri berusia 23 tahun, mengalami masa masa sulit dan berat sekali dalam peperangan karena pikiran, perasaan dan jiwanya terguncang oleh ganas, mengerikan dan beratnya situasi pertempuran. Sedemikian beratnya guncangan, kengerian dan keganasan perang itu sehingga dia mengalami ketidakstabilan pada jiwa, pikiran dan perasaanya, sehingga kemudian dia memilih mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Asal tahu saja jumlah tentara Amerika yang bunuh diri pada 2012 adalah 177. Sementara yang tewas dimedan perang jumlahnya 176″”

“Lalu. . . ?”

“Dalam situasi seperti itu seorang prajurit perang sangat membutuhkan peneguh, penenang dan penghibur pikiran, perasaan dan jiwa mereka. Tetapi sayang?”

“Kenapa?”

“Mereka seringkali lebih memilih minuman keras, membaca majalah dan menonton video porno serta berjudi, selalin bermusik dan berolahraga sebagai sarana penghibur dan penenang utama diri mereka. Itu yang akhirnya membuat pertahanan pikiran, perasaan dan jiwa mereka jebol dan tidak sanggup mewadahi rasa bersalah, pesimisme, dan keputusasaan mereka. Lalu mereka memilih bunuh diri karena itu dirasa bisa segera mengakhiri penderitaan spiritual emosionalnya itu”

“Bisa semakin didetailkan?”

“Kondisi di atas berbeda dengan tentara pejuang Gaza yang dari aspek jumlah dan kelengkapan persenjataan kalah jauh dari tentara Israel yang menyerang Gaza pada 2008. Tetapi pejuang Gaza yang hanya berkekuatan 20. 000 pasukan kala itu, sanggup membuat frustasi 147.000 pasukan penjajah Israel sehingga mereka minta gencatan sejata duluan”

“Apa rahasia kemenangan mereka atas Israel?”

“Mereka juga seperti tentara lainnya. Mengalami tekanan, goncangan, ketidakpastian kapan musuh menyerang, perasaan ngeri karena melihat mayat mayat yang bergelimpangan bersimpah darah dan sebagainya. Tetapi mereka adalah orang yang gemar mendekat, ruku’ dan sujud kepada TUHAN SEMESTA ALAM. Mereka selalu tidak putus putusnya menghubungkan pikiran, perasaan dan jiwan kepada PENCIPTA KEHIDUPAN YANG TUNGGAL melalui ayat ayat Kitab Suci kita yang dibaca dengan mudah karena mereka sudah menghafalnya”.

“Dari penjelasanmu itu, bisakah saya membuat kesimpulan begini?”

“Kesimpulan bagaimana?”

“Sesungguhnya perjuangan hidup kita dalam mewujudkan cita cita besar hidup kita pada hakekatnya adalah peperangan juga. Karena kita juga mengalami semua yang dialami oleh orang orang yang berperang. Jadi kita sesungguhnya butuh selalu tersambung dengan PENCIPTA KEHIDUPAN ini dengan ruku’ sujud kepadaNYA, serta senantiasa mengingat dan membaca ayat ayat NYA agar PERTAHANAN JIWA KITA TIDAK JEBOL. Dan karena dengan cara itu pikiran, perasaan dan jiwa kita TERHIBUR SECARA BENAR”

“Cerdas kau, saya setuju”

“Kalau begitu mari kita menangkan pertempuran dan peperangan hidup kita melawan kebodohan, kemiskinan, keterbelakangan, kedhaliman, ketidakadilan, kejahatan, dan segala kejahiliaan kehidupan”

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *