Jangan Mau Ditaklukkan Keadaan, Kendalikan Sendiri Kehidupanmu

Aug 20

2013 08 20 20130820

Mengapa engkau harus bersedih hari ini?
Mengapa engkau tidak begitu bergairah hari ini?.
Apakah engkau punya beban berat yang harus ditanggung dan dicarikan jalan keluarnya?
Apakah engkau merasa bekerja sendirian?
Apakah engkau pesimis?
Apakah engkau akan merasa akan gagal dan tidak mungkin menemukan jalan keluar?
Apakah memang nasib hidupmu sudah seperti ini?
Apakah sudah tidak mungkin dirubah lagi?
. . . . . . . . . . . . . .
Engkau akan sadar.

Jika engkau menunggu orang lain untuk menghilangkan ketidakbergairahan dari dalam dirimu, pasti engkau akan kecewa.
Sebab sudah pasti tidak akan bisa setiaap saat.
Yang bisa melakukannya setiap waktu adalah dirimu sendiri.

Masing masing orang termasuk dirimu pasti punya beban berat kehidupan yang harus ditanggung dan dicarikan jalan keluarnya.
Setiap orang, mungkin juga dirimu akan selalu merasa bekerja sendirian jika tidak pernah bergaul, berteman, menjalin ikatan persahabatan serta meminta bantuan dari mereka.

Engkau sepenuhnya akan sadar tidak ada satu orangpun yang tidak pernah dirasuki perasaan pesimis.
Engkau akan semakin banyak menjumpai orang-orang yang kesulitan -kesulitan hidupnya jauh lebih berat, lebih rumit dan lebih kompleks dibandingkan semua kesulitan hidup yang engkau hadapi.

Namun jika engkau masih ingat kalimat-kalimatmu saat engkau mengucapkan RABBIGHFIRLII. . WARHAMNII. . . WAJBURNII. . WARFA’NII. . . WARZUQNI. . . WAHDINII. . . WA’AFINII. . . WA’FU’ANNI. . . engkau tidak akan berputus asa menghadapi gelombang kesulitan hidup itu.

Sebab kalimat kalimat itu memandumu. . . YA TUHANKU AMPUNILAH DOSAKU, KASIHSAYANGILA AKU, PERBAIKILAH HIDUPKU, ANGKATLAH DERAJATKU BERILAH AKU REZEQI, BERILAH AKU PETUNJUK. . .

Dengannya engkau akan terus menerus tersadarkan dan tergerakkan untuk selalu MEMPERBAIKI DIRI, sertav MELAKUKAN SEMUAUSAHA DAN KERJA KERAS agar TUHAN mu mengampunimu, meninggikan derajatmu dan membimbingmu selalu.

Engkau juga akan semakin tahu dalam situasi seperti sekarang dimana informasi begitu banyak tetapi juga simpang siur, banyak orang yang bingung harus berbuat dan berjuang demi siapa setelah demi dirinya sendiri.
Engkau pasti akan melihat begitu banyaknya hal-hal yang terjadi disekitarmu yang semakin terang terangan melanggar ketinggian dan kelurusan nilai nilai agamamu.

Akan tetapi jika engkau masih ingat kalimat-kalimatmu. . . IYYAAKANA’BUDUU WA IYYAAKANASTA’IN. . . . IHDINASH SHIRATAL MUSTAQIM. . . yang engkau ucapkan berkali-kali dalam sehari semalam, engkau tidak akan pernah kehilangan arah dan pegangan.

Sebab kalimat-kalimat itu selalu mengingatkanmu dengan prinsip besar. . . . HANYA KEPADAMULAH KAMI MENGABDIKAN HIDUP DAN HANYA KEPADA MU LAH KAMI MEMOHON PERTOLONGAN. . . BERILAH KAMI PETUNJUK KE JALAN YANG LURUS DAN KESABARAN UNTUK MENGIKUTI DAN MELAKSANAKANNYA. . .

Yaa. . . prinsipmu jelas.
Peganganmu pasti.
Kepada PENCIPTAMU, PENCIPTA SEMESTA KEHIDUPAN YANG MAHA ESA saja, engkau harus mengabdikan hidupmu, serta hanya jalan lurus NYA saja yang harus engkau pilih sebagai jalan hidupmu.

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *