Jangan Berdiam Diri!

Apr 08

2013 04 08 +162913 6bf45022ddffde55e5bef67410adaf6b large

“Hidup anda terlalu banyak anda habiskan untuk diri anda sendiri, anda tidak punya waktu untuk hidup bermanfaat
bagi orang lain”,itu ucapan DR.Ibrahim El Fiky,ahli pengembangan SDM kelahiran Mesir yang tinggal di Kanada,ketika datang seorang pengusaha percetakan yangbsangat berhasil serta memiliki keluarga yang dibanggakannya, akan tetapi setelah ia bercerita panjang lebar ia lalu mengatakan, “Hidup saya tidak bahagia”.

Kita mungkin tidak suka terjun kedunia politik, bahkan sekedar membicarakannya saja mungkin enggan.Akan tetapi tentu kita menyadari bahwa ada banyak persoalan diberbagai bidang kehidupan lainnya yang masih kita minati
untuk diperbincangkan. Bahkan kita masih optimis bisa ikut
berkontribusi mencarikan jalan keluarnya.

Saya hanya berharap agar kita tidak berdiam diri saja
berpangku tangan walaupun perhatian dan minat kita dalam
menghadapi berbagai persoalan hidup hanya tertumpu pada
satu bidang kehidupan saja. Itu saja sudah cukup, sebab apa
yang tidak bisa kita ikut berpartisipasi membantu
meyelesaikannya karena kita tidak berminat, pasti ada orang
lain yang mau menyelesaikannya.

Asal kita menyadari bahwa akumulasi keberhasilan
memperbaiki seluruh persoalan diberbagai kehidupan akan
mendatangkan lebih banyak manfaat daripada sekedar
hanya memperbaiki satu bidang kehidupan lalu
mengabaikannyang persoalan dibidang kehidupan yang lain.

Mengapa saya meminta agar kita tidak berdiam diri saja
dalam menghadapi berbagai persoalan dihampir seluruh
bidang kehidupan kita?Saya memiliki alasan alasan sebagai
berikut :

1.Berdiam diri hanya membuat kita mengalami
pertumbuhan yang tidak simetris. Ini karena secara fisiologis
dan biologis kita selalu mengalami pertumbuhan.Nah
apabila kita berdiam diri, cuek dan tidak mau peduli maka
pikiran, perasaan dan jiwa kita tidak tumbuh dan
berkembang semakin dewasa.Badan tumbuh, tapi pikiran,
perasaaan dan jiwa tidak tumbuh, itu yang saya makdud
dengan pertumbuhan yang tidak simetris

2.Berdiam diri akan membuat kita terlambat mencapai
kematangan diri.Persoalan persoalan hidup yang paling
sederhana sekalipun, asal kita mau memahami, mengelola
dan mencari serta mengeksekusi jalan keluarnya, akan
mengaduk ngaduk pikiran, perasaan, hari, jiwa bahkan diri
kita seluruhnya. Ini akan semakin membuat kita cepat
dewasa dan matang.Sementara berdiam sendiri saja
membuat pertumbuhan diri menjadi terlambat dan tidak
matang

3.Berdiam diri akan membuat kita tidak punya keabsahan
untuk menikmati hasil perubahan.Yang paling berhak
menuai dimusim panen adalah yang menanamnya.Ketika
semua orang bergembira karena merayakan saat saat
memanen hasil kerja kerasnya, kita yang berpangku tangan
hanya merasakan kehampaan dan penyesalan karena dalam
diri kita yang diam saja pasti tidak ditemukan akar suka cita
seperti yang dirasakan oleh mereka yang menuai buah
kontribusi.

4.Berdiam diri hanya akan membuat ruang gerak segala
sesuatu yang negatif dan destruktif bertambah luas. Ini wajar
saja terjadi karena kita yang semestinya ikut membendung
arus kehidupan yang negatif dan destruktif, malah justeru
berdiam diri saja tanpa merasa perlu bekerja keras untuk
menjadikan kebaikan dan kebenaran sebagai arus utaman.
kehidupan

5.Berdiam diri adalah pilihan sikap dan tindakan yang
justeru melawan kodrat penciptaan kita.Tuhan menciptakan
kita dengan menugaskan sebuah amanah besar kepada kita
yaitu mengabdikan hidup ini kepada Nya dengan cara
memakmurkan kehidupan ini dengan segenap
ajarannya,melalui kesungguh sungguhan kita menjadikan
kebenaran Nya sebagai warna utama dalam semua bidang
kehidupan.

6.Menjauhkan kita dari kasih sayang dan rahmat Nya.Begitu
kita melawan kodrat penciptaan kita karena hanya berdiam
diri saja, maka kita tidak akan banyak memiliki tabungan
karya kebaikan disisi Nya. Padahal rahmat Nya selalu
didekatkan Nya kepada hamba hamba Nya yang selalu
berbuat kebaikan diatas jalan Nya.

Jadi mari kita ambil peran sesuai dengan potensi dan
kemampuan kita masing masing. Mari bergerak bersama
menciptakan gelombang perubahan menuju kehidupan yang
penuh rahmat dan ampunan Nya.
2

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *