Harusnya Engkau Menjadi Cahaya

Mar 31

2013 03 31 +256559 dcef74df0551dab175a5b2ba29a88764 large

Aku duduk merenung dan mengingatkan diriku dengan nasehat nasehat ini:

Pertama: Jika hidupku bisa semakin menyegarkan udara kehidupan orang lain, membuat semakin terang jalan yang dilalui mereka setelah kegelapan meliputinya, melapangkan jiwa mereka setelah kesempitan yang tak terkirakan, membuka ruang terciptanya kesejahteraan lewat ide dan karya karyaku diatas ketulusan dan jalan iman kepada NYA, aku akan semakin bersungguh sungguh menulis lembar demi lembar prestasi kebaikan dalam potongan waktu yang disediakan TUHAN untukku.

Kedua: Aku bisa saja memikirkan diriku sendiri dalam hidup ini, tetapi mungkinkah itu kulakukan selamanya dalam hidup ini. Sebab pundakku tidak akan sanggup mengangkat semua beban perjuangan hidupku sendirian. Aku masih membutuhkan banyak pundak saudara saudaraku, beragama kecemerlangan pikiran mereka, seribu ketulusan uluran bantuan mereka kedalam hidupku. Oleh karenanya pantaskah aku hidup egois dalam hidup yang sementara ini. TUHAN YANG MAHA ESA YANG MENCIPTAKAN HIDUP ini tidak akan pernah berkenan pada diriku, jika aku hidup hanya untuk diriku sendiri.

Ketiga: Engkau tidak pernah tahu betapa lelahnya jantungmu, paru parumu, hatimu, ginjalmu, pembulu darahmu serta seluruh organ tubuhmu yang lain bekerja keras sesuai denga kodratnya melayani hidupmu serta tetap membantumu hidup meski engkau sejenak melepas lelah terlelap dalam tidurmu. Adakah mereka mengeluh kepadamu? Tidak. Justeru engkaulah yang sering banyak mengeluh ketika engkau harus membantu dan melayani hidup saudara saudaramu.

TUHAN ku tegur dan luruskan langkahku, jika aku hidup hanya untuk memikirkan diriku sendiri saja.

Tidak untuk itu ENGKAU ciptakan diriku.

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *