Hari-hari Sibuk yang Semakin Penuh Perjuangan

Jun 21

2013 06 21 +scenery  1226361115G7jcbUh

Kehilangan orang orang yang dicintainya.
Dimusuhi dan diusir dari tanah kelahirannya.
Ditolak, dilempari batu dan diusir dari kawasan baru yang didatanginya.
Untuk sebuah urusan mulya memperkenalkan dan mengajak manusia berjalan diatas JALAN KEBENARAN TUHAN MANUSIA, TUHAN SEMESTA KEHIDUPAN.

Laki Laki Agung itu mengadukan semua beban berat perjuangan sucinya kepada SANG PEMILIK KEBENARAN YANG MENGUTUS nya atas ketidakmampuannya mengatasi semua gelombang kesulitan dan kedhaliman yang menghadangnya.

Dan setelah itu Laki Laki Agung masih kembali lagi ke kota kelahirannya.
Padahal sahabat yang menemani perjalanan perjuangannya mengingatkan: bukankah kota kelahirannya itu beliau tinggalkan karena penduduknya tidak mau menerima ajakannya dan mengusirnya, mengapa beliau justeru mau kembali ke kota itu.
Laki Laki Agung itu meyakinkan sahabatnya itu: DIA TUHAN SEMESTA ALAM YANG MENGUTUSKU MENYAMPAIKAN KEBENARANNYA, DIA JUGA YANG AKAN MENJAGA DAN MEMBELAKU.

Tidak lama setelah itu TUHAN SEMESTA ALAM mengundangnya dalam perjalanan menakjubkan selama semalam menempuh jarak yang sangat jauh sekali, yang hanya bisa dipercaya oleh siapapun yang beriman kepada KEMUTLAKAN KEKUASAAN SANG PEMILIK KEHIDUPAN DAN YANG MENGUTUS Laki Laki Agung itu sebagai penyampai risalah NYA kepada manusia.

Laki Laki Agung itu kembali ke kehidupan perjuangannya dengan membawa pentunjuk dan bimbingan NYA untuk diri dan pengikutnya agar senantiasa ruku’ dan sujud kepada NYA, lima kali dalam 24 jam hari hari kehidupan, sehingga bisa memohon dan mendapatkan semua kekuatan dari NYA, yang sangat dibutuhkan dalam ganasnya medan perjuangan kehidupan.

Dalam hari hari berat perjuangan yang menguras air mata, keringat, darah serta mempertaruhkan nyawa itu, TUHAN juga memberi Laki Laki Agung itu berita berita perjuangan para pendahulunya yang menghadapi badai kebencian, penolakan, permusuhan, fitnah, pengusiran, pembunuhan dan lain sebagainya.

Tetapi teman, tahukah engkau?
Hari hari berikutnya Laki Laki Agung itu justeru semakin sibuk dan penuh dengan agenda perjuangan yang luar biasa menakjubkan jumlah dan kualitasnya.
Bahkan aku secara khusus mencatat Laki Laki Agung itu masih harus melampaui 10 tahun perjuangan di kota baru yang menjadi tujuan hijrahnya.
Dan dari sana selain sebagai seorang Rasul dan Nabi terakhir utusan TUHAN, Laki Laki Agung itu bahkan masih harus mengorganisir 78 kali kekuatan tempurnya untuk menghadapi semua kekuatan yang memusuhi perjuangannya.

Sungguh aku dan dirimu bisa belajar dari Laki Laki Agung itu bagaimana mengelola hari hari kehidupan perjuangan kita setelah ruku& dan sujud kita kepada NYA.

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *