Gerakkan Hidup Kita dengan Memuja dan Menyanjung-NYA

Aug 07

Berdoa

“Bila engkau bekerja ,berkarya dan berjuang demi pujaan dan sanjungan hidupmu maka engkau tidak akan pernah lelah dan letih menjalaninya”

Sepotong kalimat itu yang tiba tiba mengingatkan kita bagaimana sesungguhnya kita bisa memahami rahasia dibalik kegigihan perjuangan hidup seseorang.

Ya memang begitulah faktanya : apa yang dipuja dan di sanjung manusia itulah yang memberi manusia kesadaran untuk memenuhi tuntutan dan permintaannya, kesediaan untuk melakukan apa saja demi SANG PUJAAN HIDUP itu , ketulusan dan kemauan melayani SANG SANJUNGAN JIWA tersebut dengan penuh CINTA dan PENGORBANAN

Nah dengan cara kerja jiwa dan perasaan manusia yang seperti itu maka PUJAAN HIDUP dan SANJUNGAN JIWA manusia haruslah sesuatu yang bisa melanggengkan kesetiaan , kerja keras ,pengorbanan ,ketulusan , cinta dan kerinduan manusia kepadanya.

Itu artinya manusia tidak bisa menjadikan ayah ibunya , istri suami nya , anak cucu keturunanya , harta benda miliknya , tanah air kelahirannya sebagai PUJAAN dan SANJUNGAN UTAMA HIDUP nya, sebab semua itu memiliki batas usia keberadaannya.

Sehingga kesetiaan , kerja keras , pengorbanan , ketulusan , cinta dan kerinduaan kepada segala sesuatu yang terbatas usia keberadaannya akan juga berlangsung terbatas

Jika manusia memerlukan sesuatu yang ABADI atau LANGGENG untuk DIPUJA dan DISANJUNG maka manusia lebih pantas mengarahkan nya kepada SANG PENCIPTA KEHIDUPAN yang telah menganugrahinya ayah ibu yang membesarkan dan menyayanginya ,memberi istri suami sebagai kekasih pendamping suci hidupnya ,menitipkan anak cucu keturunan untuk dididiknya, tanah air kelahirkan tempat ia ditumbuhkembangkan , serta begitu banyak karunia kehidupan yang tak terhingga yang diamanahkan kepadanya.

Akan tetapi apabila ditelusuri hingga ke akarnya kadar kekuatan PUJAAN serta SANJUNGAN manusia kepada TUHAN PENCIPTA KEHIDUPAN digerakkan oleh KEKAGUMAN nya kepada SANG KHALIQ tersebut.

Oleh karenanya jika kita ingin menjadi manusia yang selalu MEMUJA dan MENYANJUNG TUHAN PENCIPTA KEHIDUPAN , maka harus ada cukup waktu yang sangat memadai untu MENUMBUHKAN BENIH KEKAGUMAN tersebut kepada NYA

Jika KEKAGUMAN kepada NYA telah tumbuh , kita senatiasa akan MEMUJI , MENGAGUNGKAN, serta selalu akan menuruti kemauan dan perintah peritahnya NYA untuk melayani dan memulyakan ayah ibu kita ,menyayangi ,mencintai dan mendidik keluarga kita , mencari apapun dari karunia NYA sebagaimana diperintahkan NYA, berjuang tulus dan konsisten karena NYA dan sebagainya.

Olehkarenanya mari sediakan lebih banyak waktu untuk menumbuhkan KEKAGUMAN kita kepada SANG PENCIPTA KEHIDUPAN , sehingga secara tulus penuh rasa cinta dan rindu kita akan menjadikan NYA sebagai PUJAAN dan SANJUNGAN UTAMA kehidupan kita dan kita pun ingin selalu dekat dengan NYA denga cara mewujudkan semua kehendak NYA.

Kemudian rasakan ENERGI DAHSYATNYA yang bisa kita gunakan untuk berjuang menjalani hidup ini mewujudkan CITA CITA MULYA seperti yang diajarkan NYA

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *