Enggan Membayar Harga, Sukses Tak Kan Pernah Teraih

Sep 03

1257595059ZFNtjmi

Semua kesuksesan membutuhkan kesediaan pencarinya untuk mau dan mampu membayar harganya. Orang yang beranggapan bahwa sukses bisa dicapai dengan harga murah apalagi dengan cara gratisan, dia telah salah besar.

Penghambat kemajuan ke -6 adalah keengganan kita membayar harga dari sukses yang ingin kita wujudukan padahal sukses dalam kehidupan hanya bisa terwujudkan jika kita mau membayarnya dengan waktu,tenaga,pikiran dan harta kita.

Keengganan itu biasa kita sebut dengan BAKHIL atau PELIT.

PENYEBAB

Apa sesungguhnya yang membuat kita enggan dan tidak mau memberikan waktu, tenaga, pikiran dan harta kita demi mendapatkan kesuksesan yang kita cita citakan ?

Berikut ini penyebab penyebabnya:

Pertama: Secara personal dan situasional amat mungkin kita tumbuh dalam lingkungan yang memanjakan kita.Segala yang ingin kita raih dalam hidup ini selalu dengan mudah kita dapatkan karena kita senantiasa DIBANTU oleh berbagai pihak.

Ketika kemudian kita memasuki situasi dimana sudah tidak ada lagi BANTUAN yang biasa kita dapatkan, kita merasakan kesulitan untuk dengan mudah mengorbankan waktu,tenaga,pikiran dan harta kita demi meraih sukses yang kita inginkan

Kedua: Kita mungkin juga berada dalam kebiasaan sosial yang tidak memaksakan dan membiasakan kita bersaing secara fair dan sangat kompetitif sehingga tidak terangsang mengerahkan waktu,tenaga, pikiran dan harta kita secara maksimal untuk bisa meraih sukses.

Ketiga: Lingkungan pertumbuhan pendidikan kita sejak kecil tidak banyak menyentuh pembentukan karakter karakter unggul dalam diri kita seperti mandiri, bermental bersaing, pekerja keras, ulet dan senantiasa selalu mau belajar meningkatkan kompetensi,sehingga ketika berhadapan dengan tantangan yang menuntut pengorbanan waktu, tenaga, pikiran dan harta, kita tidak bisa melakukannya dengan baik.

DAMPAK

Jika kita tidak segera menghilangkan mentalitas TIDAK MAU BERKORBAN ini atau BAKHIL dengan waktu, tenaga, pikiran dan harta kita demi meraih sukses hidup yang kita citakan,maka dampak riilnya adalah sebagai berikut:

Pertama: Kita akan mengalami kesulitan mencapai tingkat penguasaan kompetensi hingga ke level yang memungkinkan kita bisa dan mampu bersaing dengan maksimal ditengah ketatnya kompetisi kehidupan.

Kedua: Cita cita besar hidup kita akan sulit sekali kita raih, karena semakin besar dan tinggi mimpi hidup yang hendak kita wujudkan semakin besar pula pengorbanan waktu, tenaga, pikiran dan harta yang dibutuhkan.

SOLUSI

Secara bertahap kita bisa mentalitas BAKHIL yang destruktif ini dengan beberapa langkah langkah berikut:

Pertama: Membiasakan berlatih, berlatih dan berlatih setiap saat untuk mencapai tingkat penguasaan kompetensi sampai ke tingkat yang kita inginkan sehingga kita bisa menggunakannya untuk meraih cita cita besar hidup kita.

Kedua: Melatih diri untuk terbiasa berada dalam suasana persaingan hidup yang sangat kompetitif sehingga kita terangsang dan terbiasa untuk bekerja keras dan mau mengorbankan waktu, tenaga, pikiran serta harta kita secara maksimal dalam mengelola semua usaha perjuangan hidup kita

Ketiga: Selalulah terobsesi untuk bisa menjadi yang terbaik dalam bidang yang kita tekuni agar kita tidak mudah terlempar dari medan kompetisi hidup yang sangat ketat ini.Bahkan sebaliknya dengan ijin NYA kita bisa terus menorehkan prestasi terbaik seperti kehendak NYA

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *