Dua Warna Kehidupan

Mar 02

2014-03-03 beribadah

Selepas sholat shubuh.
Aku sengaja membaca dzikir pagiku sambil berjalan kaki.
Sebab badanku sehari terakhir ini kurang fit.

Sambil kaki kulangkahkan.
Ku baca ayat ayat kitab suci yang biasa menjadi bacaan dzikirku.
Mengingat Sang Pencipta Kehidupan.
Menyadari bahwa Dia saja Pemilik dan Pengatur Mutlak nya.
Menegaskan kembali misi hidupku untuk hanya mengabdi kepada Nya.
Menjadikan semua aktifitas hidupku bernilai mulya dan berdaya guna buat sesama.
Karena tugas hidup seperti itu yang kuterima dari Nya. .

Lisanku terus bergerak membaca ayat ayat selanjutnya.
Mengingatkanku pada kepastian adanya cobaan dan rintangan.
Menunjukkan kepadaku berbagai penghalang kehidupan.
Memberitahuku untuk memanggil Tuhan ku yang sempurna semua sifat Nya.
Melalui nama nama Nya yang meliputi semua persoalan yang hendak diminta kepada Nya.

Belum jauh ku berjalan.
Dan belum sempurna dzikir yang kuulang ulang.
Hanya berjarak 400 meter dari masjid yang tadi kutinggalkan.
Selepas ruku’ sujudku pada Tuhan Semesta Alam di tempat itu.
Tempat dimana sebagian hamba Nya memulai hari dengan menghadap kepada Nya.
Aku tiba tiba semakin keras mendengar musik pop hiburan.
Yang diputar di cafe cafe tidak jauh dari para hamba Tuhan yang bersujud dirumah Nya.
Di situ hamba hamba Tuhan yang lain belum menemukan terangnya cahaya kehidupan.
Lalu menghabiskan malam yang panjang hingga surya hendak terbit terang.
Bernyanyi dan menikmati dendang musik tanpa kepastian.
Kapan bertemu cahaya Tuhan.
Yang akan membimbing menemukan hakekat kebahagiaan.

Tuhan beri aku jalan.
Untuk bisa menemui mereka dengan penuh kasih sayang.
Dan dengan tulus mengajak ke hadapan Mu.
Menemukan dan mereguk madu sejati kehidupan.

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *