Dua Kondisi Kepribadian yang Merugikan

Mar 28

2015-04-01 akhmadArqomDotCom statusmind_103

Dua Kondisi Kepribadian yang Merugikan

Jika pikiran, perasaan, hati, jiwa dan raga kita, tidak kita kendalikan dengan kebiasaan ruku sujud kita secara berkualitas dan konsisten kepada Sang Pemilik Mutlak kehidupan yang Maha Esa, dan tidak biasa kita akrabkan dengan ayat ayat Nya dengan cara membaca serta merenungkannya sebaik mungkin sambil secara maksimal berusaha melaksanakan arahan ayat ayat itu dalam kehidupan, maka kita akan terperangkap pada salah satu kondisi kepribadian berikut yang justru merugikan kita:

Kondisi Kepribadian Pertama:
1. Berpikir bahwa semua yang kita rencanakan bisa terlaksana dan mampu mendapatkan hasil terbaiknya semata mata ditentukan oleh kemampuan kita.
2. Berpikir bahwa segala sesuatu didalam kehidupan ini bisa diprediksi semata mata dengan menggunakan matematika, statistik, analisa manajemen dan sebagainya.
3. Meyakini bahwa hasil kerja yang kita peroleh, pasti sesuai. dengan perkiraan rasional kita.
4. Kita sering menganggap bahwa masalah masalah yang kita hadapi tidak ada jalan keluarnya

Kondisi Kepribadian Kedua:
1. Berpikir bahwa hidup tidak perlu direncanakan, mengalir saja, toh nanti Tuhan yang akan mengubah nasib kita.
2. Menganggap perangkat ilmu untuk bekerja seperti matematika, statistik dan manajemen tidak lagi diperlukan karena kita menganggap bahwa Tuhan menjamin apapun bagi orang yang beriman, jadi tidak lagi diperlukan usaha dan kerja keras.
3. Menganggap bahwa kita tidak perlu melakukan penelusuran terhadap apa yang akan terjadi pada beberapa waktu ke depan dengan memanfaatkan secara maksimal perangkat ilmu pengetahuan yang ada.
4. Terlalu percaya kepada diri sendiri bahwa semua persoalan kesulitan hidup yang kita hadapi, bisa semata mata kita sendiri mencari jalan keluarnya.

Ruku’ sujud, dzikir, tilawah, ibadah kita yang lain secara berkualitas serta seluruh usaha kerja keras dan perjuangan kita yang maksimal di berbagai medan kehidupan akan menjadikan diri kita sebagai pribadi yang berada di tengah tengah dua kondisi diatas.

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *