Dengan Tubuh Hampir Lumpuh Total Dia Menaklukkan Kemustahilan

Dec 30

2012 12 30 UYM mendorong kursi roda Ammar Bugis

“Tidak seperti dirimu yang bermodal lengkap dengan seluruh anggota tubuhmu yang normal, laki laki itu dengan hanya bermodal lidah dan mata yang masih bisa digerakkan menaklukkan kemustahilan hidup dengan gelora keyakinan, tekad, kebesaran cita cita serta kerja kerasnya yang luar biasa”

Jumat, 28 Desember 2012 saya mendapatkan dua pertanyaan yang hampir mirip. Kurang lebih pertanyaannya seperti ini:

Pertama: Pak Arqom mungkinkah saya masih bisa mengubah nasib kehidupan saya?. Karena hingga usia saya yang ke 45 tahun ini saya merasa gagal. Saya belum berhasil. . .

Kedua: Ustad apa bisa diusia saya yang sudah mencapai 48 tahun ini saya masih mampu menjadi orang berhasil? Andai dulu saya taat pada perintah orang tua untuk sekolah, pasti nasib saya tidak seperti sekarang ini. Rumah tidak punya, sepeda motor pun tidak punya.

Tehadap kedua pertanyaan yang menganggap merasa terlambat mengubah keadaan dan menciptakan keberhasilan itu, saya hendak berbagi pengalaman hidup seorang laki laki yang benar benar mencengankan prestasinya seperti yang saya ringkaskan kisah hidupnya dibawah ini.

Pada saat berusia dua bulan laki laki itu mengidap penyakit langka yang disebut Werdig Hoffmann. Kemampuan gerak tubuhnya menurun hingga hilang total dan akhirnya dia mengalami kelumpuhan pada seluruh tubuhnya kecuali lidah dan matanya yang masih bisa digerakkan.

Sejumlah dokter spesialis ada yang memvonis laki laki kelahiran 22 Oktober 1986 ini bahwa usianya tidak akan melampaui dua tahun sejak penyakit itu diidapnya.

Menyerahkkah dia dan orang tua yang merawatnya? Tidak!

Laki laki berkewarganegaraan Arab Saudi yang memiliki darah keturunan Indonesia ini memilih mendaya gunakan sisa anggota tubuhnya yang masih bisa digerakkan dan dimanfaatkan yaitu: LIDAH, MATA dan PIKIRANNYA

Ammar Bugis nama laki laki itu. Dia menempuh pendidikan dasar hingga ke pendidikan tinggi seperti layaknya manusia normal. Akan tetapi dia berusaha bekerja keras untuk mendapatkan hasil hasil belajar melebihi kondisi tidak normal yang dialaminya

Na coba lihat rentetan hasilnya!

1. Pada usia 13 tahun dia sudah sanggup menghafal 30 juz Al Quran selama 2 tahun menekuninya.
2. Berprestasi di semua jenjang pendidikan.
3. Lulus dengan cum laude di Jurusan Jurnalistik King Abdul Aziz University dan menjadi lulusan terbaik di kampusnya.
4. Penulis dan wartawan olah raga terkenal Harian Al Madinah yang terbit di Jeddah, dan kolumnis Harian Ukaz terbitan Riyadh
5. Ammar juga menjadi dosen di Universitas Dubai sambil meneruskan pendidikan S-2 di sana atas beasiswa Pangeran Uni Emirat Arab, Hamdan bin Muhammad bin Rasyid Al Maktum Al Fazza.
6. Hidup bahagia bersama keluarga kecilnya,

Menakjubkan bukan? Teman teman tentu punya kesan mendalam terhadap jalan hidup Ammar Bugis diatas.

Nah 2 hari lagi kita akan mengakhiri tahun 2012. Mungkin masih ada perasaan tidak berdaya, tidak sanggup, tidak mampu serta menganggap tidak mungkin dan mustahil dalam diri kita untuk menwujudkan cita cita besar hidup kita menjadi kenyataan di tahun tahun mendatang.

Saya percaya, jika sekelumit jalan hidup Ammar Bugis diatas kita resapi, maka perasaan perasaan tidak berdaya, tidak sanggup, tidak mampu dan menganggap mustahil, perlahan lahan akan sirna dari diri kita, lalu kemudian berganti keyakinan dan optimisme

Terimakasih Ya ALLAH atas cermin besar kehidupan yang tidak henti hentinya ENGKAU hadirkan bagi kami.

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *