Dengan Cara Bagaimana Engkau Bisa Memperkirakan Hasil Perjuanganmu?

Sep 24

2013 09 24 song of tides

Suatu waktu AKHMAD mengajukan serentetan pertanyaan seperti ini kepada ARQOM ;

Coba periksa apa yg ada dalam pikiranmu.

Apa saja yang ingin engkau pikirkan solusinya?
Apa saja yang engkau butuhkan untuk bisa menjalankan solusi itu?
Sebanyak apa kebutuhanmu terhadap berbagai sumberdaya agar bisa merampungkan melaksanakan solusi itu?
Kondisi hidup seperti apa lagi yang ingin engkau wujudkan?
Seberapa besar kesulitan dan tantangan hidup yang dapat engkau sadari dan engkau ukur kemampuanmu untuk mengatasinya. ?

Jika engkau dapat menyadari semua itu dalam pikiranmu, engkau akan bisa menghitung seberapa banyak engkau harus belajar dan berpikir dalam menyelesaiakn satu demi satu agenda hidupmu.

Coba juga engkau rasakan dan engkau hitung apa yang ada dalam perasaan, hati dan jiwamu.

Seberapa besar tenaga dan semangat hidupmu?
Untuk berapa lama kira kira engkau bisa memakai kesabaran, keuletan dan kegigihanmu?
Cukup luas dan cukup besarkah hati dan jiwamu dalam menampung berbagai problem kehidupan?
Jika rasa suka, senang dan cinta menjadi pengikat kesetiaaanmu bagi kerja keras dan perjuangan hidupmu, maka seberapa lama itu semua bisa membantumu?
Dapatkah engkau menakar dan memperkirakan berapa lama dan berapa besar kadar kemampuanmu dalam berkorban dengan waktu, pikiran, keringat, darah dan jiwamu?

Jika engkau bisa mengetahui kapasitas dan kadar kemampuan perasaan, hati serta jiwamu, maka engkau akan bisa memperkirakan seberapa luas medan perjuangan hidup yang mampu kau terjuni dan seberapa besar kemungkinannya engkau menjadi pemenangnya atas ijin TUHAN mu setelah engkau menyempurnakan ikhtiyar di atas jalan NYA.

Tapi sadar dan waspadalah.
Dengan semua itu engkau hanya memiliki kemampuan menghitung, merencanakan dan mengerjakannya di lapangan kehidupan.

Engkau perlu sepenuhnya menyadari bahwa SANG PEMILIK TUNGGGAL KEHIDUPAN lah yang berkuasa atas segala sesuatu dalam hidup ini.
Termasuk menentukan dan memberikan yang terbaik bagi hasil perjuangan hidupmu.
Oleh karenanya berharap dan bersandar penuhlah kepada NYA setelah engkau menyempurnakan rencana ikhtiyarmu.

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *