Dahsyatnya Kekuatan Pengaruh Kata-kata

Oct 03

Kata

“Sejujurnya harus kita akui bahwa kata kata dan kalimat kalimat tertentu yang pernah kita baca dan kita dengar dalam hidup ini telah memberi kita inspirasi untuk berubah, motivasi untuk lebih maju, konsistensi dalam berjuang serta mengokohkan dedikasi kita untuk menjalani pengabdian hidup kepada NYA dengan lebih baik dari waktu ke waktu “

Beberapa orang bertanya pada saya,bagaimana caranya agar bisa menjadi pribadi yang bisa berbicara dan berkomunikasi dengan baik dihadapan orang lain. Secara teknis seni dan ilmu tentang berbicara dihadapan orang orang lain sudah begitu banyak tersedia literataurnya.

Dalam tulisan ini saya ingin membicarakan sesuatu yang fundamental dibalik setiap komunikasi kita dengan orang lain yang menggunakan “kata dan kalimat ” sebagai media penghubung komunikasi kita

Memang bila diprosentase pengaruh kata kata pada komunikasi antar pribadi tidak lah sebesar pengaruh bahasa tubuh.

Akan tetapi bahasa dengan “kata dan kalimat ” sebagai sebuah media pembawa pesan dan makna yang diucapkan masing masing orang diantara kita, memiliki bobot kekuatan pengaruh bagi pendengarnya yang berbeda beda.

Kekuatan pengaruh kata kata itu sangat dipengaruhi oleh hal hal berikut:

1.Kata kata itu keluar dari dalam diri pribadi yang pikiran, perasaan, hati bahkan jiwanya memiliki ikatan yang kokoh dan kuat dengan Yang Maha Kuat,Yang Maha Mencipta dalam kehidupan ini. Kata kata yang lahir dari ikatan ini, akan mampu menembus pikiran, perasaan, jiwa dan hati seseorang.

2.Lahir dari bukti dan kenyataan hidup, bukan lahir dari teks yg sekedar dibaca dan dihafalkan.Ia ibarat anak yg lahir dari pasangan ayah dan ibu yg sah.Maka ia akan memiliki kekuatan serta diterima sosial.

Kata kata yang kita ucapkan seperti seorang yang bayi yang sedang disusui oleh ibunya.Ibu yg senantiasa menyusui anaknya, membuat anaknya semakin kuat, begitu juga perbuatan yang terus menerus dilakukan akan memberikan kekuatan pada kata kata yang diucapkan pemiliknya

3.Kata kata itu telah mengalami proses penghayatan, internalisasi, pembuktian, serta menjadi sarana pembangun diri secara utuh ( bersambung)

2 komentar

  1. farda /

    alhamdulillah, metafora ibu menyusui dan bayi dan proses menulis selama ini memang benar adanya pak, saya sepakat dengan yang disampaikan di atas. Semakin menguatkan akan pemikiran yang saya pahami selama ini, saya tunggu lanjutan tulisannya. Oia pak lantas bagaimana memelihara untuk tetap konsisten menulis tanpa kehilangan style dan identitas diri? terimakasih.

  2. Delia /

    Bagaimana cara mengatasi suasana kaku menjadi relek santai dan mengena ke sasaran materi agar materi mudah di terima trims mohon saranx

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *