Cermin Ketenangan, Kejernihan Berpikir dan Kecepatan Bertindak.

Feb 12

2013 02 12 +12579466184C5dlZl

Kalau engkau ingin belajar tentang KETENANGAN dan KEJERBIHAN BERPIKIR dan KECEPATAN BERTINDAK, belajarlah dari PANGLIMA PERANG ini.

Panglima Perang yang kumaksud ini TETAP TENANG dan TETAP BISA JERNIH BERPIKIR, serta MENGAMBIL TINDAKAN TEPAT pada saat saat berikut:

1. Tiga ratus diantara pasukannya melakukan desersi. Mereka memutuskan tidak mau meneruskan peperangan karena secara sengaja hendak menimbulkan kepanikan dan kekacauan di tengah tengah pasukan yang dipimpinnya.

2. Pertahanan pasukannya berhasil dijebol dari belakang, karena sejumlah pemanah yang seharusnya melindungi pasukan yang dipimpinnya dari belakang tiba tiba mereka kehilangan kendali dan kedisiplinan. Akibatnya lawan bisa menyerang dengan dahsyat dari belakang pertahanannya. Dan itu menjadi awal porak porandanya pasukannya.

3. Sehari setelah pasukannya berhasil dipukul dan dipojokkan dan akhirnya perang berhenti serta musuhnya merasa memenangkan peperangan itu, dan tubuhnya mengalami sejumlah luka, Panglima Perang itu secara menakjubkan tetap dapat membaca situasi medan perang dengan akurat ketika dia mengatakan tentang pasukan lawan yang dikhawatiri menyerang kembali,”Jika mereka menaiki onta mereka dan menuntun kudanya berarti mereka pulang menuju ke kota mereka, tetapi jika mereka menunggangi kuda mereka dan menuntun onta mereka, berarti mereka bergerak menuju ke kota kita”.

4. Panglima Perang itu tidak ingin membiarkan lawan tempurnya mendahuluinya menyerang kembali dan melakukan penyergapan ke kotanya, setelah dalam peperangan sebelumnya, lawan tidak mendapatkan apa apa dari pasukannya yang berhasil diporak porandakan. Maka ia mendahului melakukan pengejaran dan penyergapan terhadap pasukan lawan untuk memberi kesan bahwa pasukannya justeru semakin terkonsolidasi dan bertambah kuat.

5. Panglima Perang itu bahkan melakukan serangan ofensif keberbagai tempat yang diketahui dan diyakini tempat tempat itu digunakan menghimpun berbagai kekuatan untuk menyerang dan melemahkan kota Panglima Perang itu.

Panglima Perang yang kuceritakan kepadamu di atas adalah MUHAMMAD SAW, Nabimu, Nabiku, Nabi kita semua. Dan perang yang dijalani dan dialaminya adalah PERANG UHUD.

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *