Bintang Terang yang Hanya Berijazah SMA

Oct 03

2013 10 04 2013104 dunstan rock

Saya ngobrol dengannya sebelum saya memulai mengisi training yang dia juga jadi pesertanya.

“Sudah berapa lama bekerja di perusahaan ini pak?”

“Kurang lebih 19 tahun”.

“Dulu masuk diterima kerja disini dengan ijazah apa jenengan?”

“SMA”

“Waktu ditest di sini dulu berapa banyak yang ikut melamar dan test bersama jenengan?’

“Semua 12 orang Pak Akhmad. Tapi yang diterima hanya saya saja ‘

“Wah hebaaaat sekali. Apa yang menyebabkan jenengan jadi satu satunya yang diterima?”

“Hmmmm. mungkin ketika saya diwawancarai, itu penyebabnya.”

“Jenengan ditanya apa dan menjawab apa?”

“Waktu itu saya ditanya pas wawancara, bapak kalau diterima kerja disini minta gaji berapa?. Lalu saya jawab, saya tidak akan minta digaji berapa pak, karena saya belun tahun disini saya akan bekerja apa. Sementara pelamar dan peserta wawancara yang lain semua nya mengatakan meminta gaji sekian sekian pak ketika ditanya”

“Hmmmm, luar biasa jenegan”

“Ada lagi pak yang masih saya ingat selama sekian tahun saya kerja di perusahaan ini. Saya selalu diperkenalkan oleh pimpinan perusahaan lama ke penggagantinya yang baru selama tiga kali pergantiaan pimpinan perusahaan. Dan mereka semuanya bule”.

“Lho kok bisa begitu. Mohon maaf, kan jenengan cuma karyawan yang hanya berijazah SMA? Apa istimewanya kerja jenengan pak?”

“Pak Akhmad, saya kan bekerja di dalam ruang pimpinan perusahaan. Nah saya selalu punya kebiasaan tidak pulang sebelum beliau pulang walaupun sudah jam pulang kantor. Nah ketika saya ditanya oleh beliaunya, kenapa kamu kok belum pulang, ini kan sudah waktunya pulang. Saya jawab, kan bapak belum pulang. Saya akan pulang setelah bapak pulang”

“Oooooh, gara gara itu pimpinan perusahaan ini menyukai cara kerja jenengan dan selalu mengenalkan pada pimpinan perusahaan yang baru sebagai pengganti yang lama”
“Iya benar Pak Akhmad”.

Saya kemudian memulai mengisi training itu, dimana beliau sebagai salah satu pesertanya, dalam keadaan sudah terinspirasi oleh cara kerja terbaiknya di perusahaan itu.

Begitu banyak bintang dalam kehidupan ini yang layak dijadikan cermin
3

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *