Beribu Cermin yang Membantu Kita Tumbuh

Jul 18

Sungguh Allah Maha Penyayang kepada kita. Dia menyayangi kita dengan beragam cara, salah satunya dengan memberikan momentum hidup yang memunculkan keinsyafan, kelapangan dan kebesaran jiwa untuk memperbaiki diri serta kemauan untuk belajar dan bercermin dari kehidupan orang lain .

Dia juga menyediakan RIBUAN hamba NYA disekitar kita untuk menjadi CERMIN KEHIDUPAN sehingga kita bisa mengukur sejauh mana kita telah tumbuh sebagai hamba NYA yang semakin dicintai NYA serta disayang semua makhluk NYA.

Akan tetapi CERMIN KEHIDUPAN itu seringkali dipilihkan NYA untuk kita, dari kehidupan ORANG ORANG BIASA dengan SALAH SATU POTONGAN KARYA HIDUPNYA yang diluar biasa pada suatu waktu dalam kehidupan mereka.

Dan Alhamdulillah inilah sebagian CERMIN KEHIDUPAN yang ditakdirkan NYA hadir satu demi satu dalam kehidupan saya hingga di usia saya yang ke 43 tahun:

1.Tiga orang yg selalu menjadi jamaah utama pada sholat dhuhur dan ashar di masjid perumahan yang bersebelahan dengan perumahan saya. Mereka adalah pemulung, penjual air, dan pedagang klontong kelililing yang setiap adzan dhuhur dan ashar dikumandangkan selalu mendahului kami warga asli perumahan.

2. Penyapu halaman komplek pertokoan Perumahan Pondok Tjandra yang mulai menyapu sejak jam 2 atau jam 2.30 dini hari dengan penuh dedikasi walaupun hanya mendapat upah sebesar 10 ribu untuk setiap selesai menyapu area yang luas itu.  

3.Tukang becak yang memilih menggratiskan becaknya tiap hari jum’at, karena inilah pilihan terbaiknya untuk dapat berguna bagi kehidupan orang lain tanpa harus menunggu menjadi kaya.  

4.Pembantu rumah tangga yang bertanya kepada saya kiat-kiat menghafal Al Quran setelah kelelahan bekerja seharian sebagai pembantu rumah tangga. 

5.PNS biasa yang mendedikasikan hidupnya selepas pulang dari kantornya, yang mau secara tulus berkeliling membawa, memperkenalkan dan meminjamkan buku dan majalah di 8-9 desa untuk membantu menyebarkan dan menanamkan kecintaan kepada ilmu pengetahuan di tengah-tengah warga desa yang masih jauh tertinggal.

6. Mantan sopir angkot yang menghabiskan sisa umurnya menjadi pembersih masjid dan meninggal begitu mulya saat hendak berangkat sholat jumat.

Teman teman mari temukan CERMIN KEHIDUPAN itu LEBIH BANYAK LAGI, agar kita bisa terus MEMPERBAIKI DIRI

Bukankah ada pepatah bijak yang mengingatkan kita bahwa: MATA MANUSIA MEMANG BISA MELIHAT APAPUN DALAM HIDUPNYA.TETAPI MATA MANUSIA TIDAK BISA MELIHAT DIRINYA SENDIRI KECUALI DENGAN BANTUAN CERMIN.

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *