Beragam Cermin yang Menggugah Kehidupan Saya

Dec 14

2012 12 14 +scenery 1227704527TvF81bc

Saya mengalami peristiwa peritiwa unik yang mengilhami saya untuk bersungguh sungguh berubah memperbaiki kualitas diri saya setelah sejumlah peristiwa tersebut.

Pertama: Imam Sholat Yang Luar Biasa.

Seingat saya pada tahun 1994 dalam sebuah Training Pengelolaan Lembaga Bimbingan Belajar yang saya ikuti di Jakarta, saya hadir mewakili teman teman Surabaya saat itu sebagai Pengajar Bidang Studi Matematika dan sekaligus Pengelola Bimbingan Belajar.

Yang membuat saya tetap mengenang acara training kala itu adalah saat kami para peserta pada suatu malam melakukan sholat Isya’ berjamaah. Saya ingat betul yang menjadi imam sholat saat itu adalah peserta dari Jakarta yang masih kuliah di Jurusan Fisika Universitas Indonesia.

Dalam perkiraan saya sholat Isya’ kami akan singkat, karena saya menduga dalam rokaat pertama dan kedua sang imam akan membaca surat surat yang pendek setelah membaca Surat Al Fatihah. Tapi ternyata dia membaca Surat Ar Rahman. Separuh pertama dari surat ini dibaca pada rakaat pertama. Dan separuh bagian dari surat ini dibaca rakaat kedua.

Saya kagum karena sang imam bukanlah seorang USTAD atau GURU AGAMA atau MAHASISWA IAIN, tetapi dia hanya seorang MAHASISWA JURUSAN FISIKA UNIVERSITAS INDONESIA.

Sejak saat itu saya sangat bersemangat sekali untuk bisa menghafal Al Quran, terutama Surat Ar Rahman.

Kedua: Sahabat Trainer Yang Setia

Saat saya masih sering mengisi Training Leadership di PT. PJB PLN, pada 5 tahun yang lalu, saya tidak bisa melupakan cerita dari Seorang Tariner yang lebih senior dari saya.

Saat itu dia harus mencari biaya tambahan biaya sebesar Rp 45 juta untuk biaya operasi kanker rahim yang membutuhkan biaya total sekitar Rp 60 juta.

Karena hanya tinggal satu hari saja biaya operasi sebesar itu harus disediakan, sementara dia hanya punya uang sebesar Rp 15 juta, akahirnya dia memutuskan untuk menelpon teman SMA nya yang berhasil dan tinggal di Jakarta.

“Saya harus mengoperasi kanker rahim istri saya. Biayanya Rp 60 juta, tetapi saya hanya punya Rp 15 juta. Saya bisa dipinjami uang Rp 45 juta? Kalau ada, ini BPKB mobil saya, jadikan jaminan pinjaman hutang saya”, begitu dia menelpon temannnya di Jakarta.

Diluar dugaan temannya mengatakan,”Kamu kira aku ini siapa. Sudah simpan saja BPKB mobilmu. Tidak perlu pakai jaminan. Sekarang juga sms kan no rekening bank mu. Saya transfer sekarang uang Rp 45 juta itu. Dan segera operasikan istrimu. Semoga lekas sembuh”

Sejak peristiwa itu, saya selalu punya mimpi bisa menjadi seperti dua orang itu. Saling bersahabat. . Dan dengan penuh ketulusan saling membantu.

Ketiga: Dokter Spesialis Yang Dijuluki Sakti

Sahabat saya ini adalah dokter spesialis bedah syaraf di sebuah rumah sakit besar di Jawa Timur. Suatu saat saya mendapat kiriman foto melalu pesawat Black Berry dari dia.

Foto pertama yang dikirimkan adalah foto seorang mandor pengawas pembangun masjid yang kepalanya kejatuhan batangan besi beton buat ngecor (betonneser) dan MENEMBUS dari UBUN UBUN nya serta MENUSUK hingga ke bagian bawah PELIPISnya. Ajaibnya sang mandor itu tidak meninggal.

Foto kedua adalah foto saat dokter spesial bedah syaraf itu yang sedang menjenguk sang mandor sesudah berhasil mengoperasi melepaskan besi cor beton itu dari kepala sang mandor.

Jujur saja kiriman foto itu menambah semangat saya untuk semakin BERILMU, TERAMPIL dan AHLI agar saya bisa berbuat banyak bagi orang lain.

Keempat: Pengusaha Transpotasi Yang Dermawan

Saat menerima kami, rombongan takmir dimasjid komplek perumahan saya tinggal, pengusaha itu berkaos kasual, bercelana setengah panjang yang menutup hingga ke lututnya. Kami belum pernah bertemu sebelumnya. Hanya dihubungkan oleh salah seorang warga perumahan saya yang menjadi kolega bisnis pengusaha tersebut, yang menyarankan takmir masjid kami mengajukan proposal permohonan dana pembangunan masjid.

Proposal pembangunan masjid yang kami bawa hanya dilihat lihat sebentar, lalu dia meminta nomor rekening takmir masjid.

Sejurus kemudian dia melakukan transfer uang dari HP nya ke rekening tersebut. Lalu beliau menunjukkan SMS tanda bukti telah transfer.

Dengan ekspresi penuh ketulusan dia berkata,”Pak ini sudah saya transfer, mohon maaf baru bisa membantu sebesar ini”

Ketika SMS di HP itu saya lihat sendiri, tertera tulisan sudah ditransfer sebesar Rp. 20. 000. 000 untuk masjid kami.

Malam itu saya merasakan keharuan dan luapan semangat agar saya bisa sedermawan pengusaha itu. Baru bertemu, tetapi sepenuhnya percaya, lalu dengan tulus mau membantu.

Bagi saya, semua orang orang itu LUAR BIASA.

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *