Belajar dari Kekonyolan Masa Lalu

Aug 24

1256929142HHvUfix

“Semua kita yang biasa, bisa menjadi luar biasa asal terus menerus mau bersabar berlatih menyempurnakan diri”

Lewat orang orang yang saya ceritakan sebenarnya saya ingin mengatakan bahwa mereka adalah satu demi satu orang yang ditakdirkan Allah membantu proses pembentukan kepribadian saya hingga seperti sekarang ini .

Saya bertemu mereka, berbicara akrab dengan mereka, mendengar kisah hidup mereka, lalu saya rekam baik baik apa yang mereka tuturkan .

Ingatan tentang kisah hidup mereka saya jadikan referensi hidup saya untuk memperbaiki diri saya selangkah demi selangkah.

Kalau saya kemarin menulis: ” Bagaimana jika kita berhadapan dengan tiga beban berat kehidupan sekaligus ? Itu karena disebabkan saya belajar tertatih tatih menghadapi 3 situasi tersebut .

Ada begitu banyak kekonyolan yang saya lakukan. Tetapi dari kekonyolan itu saya belajar menyempurnakan diri.

Pertama : Bisakah saya mengatasi perpisahan dengan orang orang yang saya cintai , yaitu berpisah dari ayah dan ibu saya dan teman teman bergaul saya sejak SD sampai SMA di Madura ?

Saya TIDAK LULUS UJIAN disini . Mental saya seperti rempeyek dan krupuk . Tiga bulan pertama saya kuliah di Pendidikan Matematika IKIP Surabaya , ternyata saya tidak tahan dan tidak kuat tinggal jauh dari kampung halaman di Madura serta terpisah dari ayah dan ibu saya.

Saya jadi sering pulang ke Sumenep Madura.Padahal ongkosnya sangat mahal .Setelah itu hampir sebulan saya mogok kuliah .

Walaupun kemudian perlahan tapi pasti saya mulai bisa semakin menguatkan jiwa saya untuk sanggup berpisah dengan ayah dan ibu saya.Apa resepnya ? SANGAT LUAR BIASA resepnya. Saya ceritakan nanti saja.

Kedua : Bisakah saya mengatasi masa masa sulit mencari nafkah ?

Nilai saya disini agak baikan .Tapi masih dibawa 5 .Ada kekonyolan disini.Karena saya terlalu berani mengambil resiko , padahal kemampuan saya tidak komplit untuk menghadapi resiko itu

Tahun 1991 saya memutuskan menikah .Ketika itu usia saya 22 tahun dan belum lulus kuliah .

Karena terbatas nya dana yang saya miliki , saya minta ke mertua saya agar dinikahkan di BULAN PUASA di siang hari. Mertua geleng geleng , tapi akhirnya menyetujui.

Nah ketika sudah menikah , saya terpaksa menjadi PENARIK BECAK untuk mendapatkan rezeki agar bisa menafkahi istri saya.Sebenarnya saya bisa menjadi guru privat Matematika, tapi permintaan menjadi guru privat ketika selesai menikah justeru tidak ada.

Selama 3 bulan saya menjadi penarik becak , saya mendengar sendirian dari tetangga mertua : “sarjana kok jadi tukang becak “.Saya acuhkan saja sindiran itu.

Lepas dari tukang becak , saya berganti kerjaan menjadi tukang parkir sepeda motor di Kebun Binatang Surabaya membantu mertua saya yang bekerja disitu.

Baru setelah itu saya kembali bekerja sebagai guru matematika .Mulai sebagai guru privat , guru matematika sekolah swasta dan guru matematika honorer di SMA Negeri 18 Surabaya.

Lalu bagaimana bisa seperti sekarang ? Nanti saja saya bagikan RAHASIANYA.

Ketiga : Berhasilkah saya menghadapi orang orang yang memusuhi saya ?

Saya bukan tipe orang yang berani secara frontal menampakkan rasa tidak suka dan permusuhan terhadap semua orang yang saya nilai tidak sesuai dengan nilai nilai agama .

Dulu ketika masih duduk di bangku SD , jika saya berselisih paham dan diakhiri dengan pertengkaran , saya biasanya kalah dan sering memilih MENANGIS.

Tetapi ketika dewasa , saya sedikit agak berani saat nekat memarah marahi dan mengusir orang orang yang bermain judi di kampung.

Untung mereka mau berhenti dan Alhamdulillah tidak ada yang mau menantang saya berkelahi.Sebab pasti dengan tubuh saya yang KUTILANG (Kurus ,Tinggi dan Langsing ) , saya yakin 100 % pasti akan kalah , jika beradu fisik.

Saya bukanlah laki laki hebat yang sejak kecil sudah memiliki semua ketangguhan mental menghadapi semua beban beban berat kehidupan .

Saya hanya laki laki yang mau terus menerus memperbaiki diri menuju ke kesempurnaan kepribadian yang diidealkan oleh agama, walaupun sering kali gagal , tapi saya berusaha mencoba lagi , semoga TUHAN YANG MAHA MENUNJUKI selalu menyertai langkah pengabdian saya.

Dengan cara apa dan bagaimana melakukannya ? Nah rahasia nya saya susulkan nanti saja.

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *