Beginilah Memulai Kebesaran Hidup

Oct 20

2013 10 20 20131020 castle lichtenstein

Kalimat kalimat itu aku baca sesaat ruhku disatukan kembali ke dalam tubuhku.
“TUHAN ku segala puji bagimu yang telah menghidupkanku kembali setelah mematikanku untuk sementara waktu”.

Begitulah aku memulai hariku.
Kalimat kalimat itu membisikkanku kesadaran yang sangat utuh.
Dengan perlahan kesadaran itu meresap dan merasuk ke suluruh pori pori pikiran, perasaan, hati, jiwa dan ragaku.

Ku bawa diriku menapaki jalan menuju rumah MU, duhai PENCIPTA ku.

Dan satu demi satu kalimat di sepanjang ruku’ sujudku kepada MU. .
Mengingatkanku untuk sepenuhnya menghadapkan pikiran, perasaan, hati, jiwa dan ragaku kepada MU, SANG PEMILIK DAN PENGATUR SEGALA SESUATU.

Membimbingku untuk memuji MU.
Menyadarkanku bahwa begitu sempurna serta tak terhingga kasih sayang MU.
Mengingatkan dan memastikanku bahwa kelak aku akan mempertanggungjawabkan hidupku di hari pengadilan MU.
Mengajariku rahasia kehidupan bahwa jika aku hendak tumbuh sebagai makhluk MU yang kuat, aku harus mengabdikan hidupku sepenuhnya hanya kepada MU serta senantiasa meminta pertolongan dan petunjuk MU.
Agar teguh dan terus berada di jalan lurus MU.

Lalu aku menyampaikan keinginan besarku kepada MU.

Aku mengharapkan kehidupan yang bisa terus kuperbaiki dengan taubatku kepada MU.
Limpahan kelembutan kasih sayang MU yang menjadi peneduh dalan kerasnya perjuang hidupku.
Kehormatan dan derajat kehidupan yang kuminta kepada MU agar semakin memulyakanku.
Serta kuberharap bimbingan MU selalu betapapun ENGKAU menitipkan amanah harta dan kekuasaan kepadaku.

Sahabat sahabatku memulai hidup setiap pagi dengan cara seperti itu, sungguh tidak ada bandingan kenikmatannya selain dari itu.

(Ahad pagi selepas sholat shubuh di Masjid Jami Kota Batu Malang)

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *