Bawa Dirimu Ke Medan Pertarungan Dunia Penuh Warna

Aug 28

2013 08 29 20130829 22818 7e4d33eb7efcd3081930fba58a4a968a large

Engkau mungkin berpikir terlalu sederhana.
Bangun pagi sebelum shubuh.
Tahajjud, sholat shubuh, berdzikir dan baca Quran.
Lalu engkau rasakan ketenangan, kebersihan, ketulusan, kekuatan tekad serta semangat juang hidup yang tinggi.
Kemudian engkau bayangkan arena kehidupanmu juga sepertimu.
Baik, jujur, penuh toleransi, didominasi harmoni, saling mengokohkan dan semisalnya.

Akan tetapi begitu engkau buka akses internetmu, engkau dengar radiomu serta engkau tonton telivisimu lalu engkau baca koran pagimu, duniamu ternyata kaya warna.

Pada saat tadi engkau ke masjid, ada banyak juga yang terus melanjutkan obrolannya sejak dari tadi malam.
Pada waktu engkau keluar dari rumah NYA dalam keadaan begitu bahagia, damai dan tenang, justeru banyak orang yang baru keluar dari night club dalam keadaan lelah, capek, menyimpan rasa senang semu, kebahagiaan sesaat sebab hidup sepenuhnya disandarkan pada materi

Membaca kitab sucimu ternyata begitu kontras keadaannya dengan membaca isi berita koran pagimu.
Mengingat dan terhubung dengan PENCIPTA mu ternyata begitu bertolak belakang dengan ribuan warna yang dapat engkau lihat dari aksesmu ke dunia internetmu.
Bersalaman dan saling mendoakan tulus selesai ibadahmu ternyata begitu sangat berbeda keadaannya dengan kondisi lingkungan binismu yang semakin penuh dengan prasangka, intrik, rencana saling rebut pelanggan, kompetisi saling menjatuhkan.
Memang jejajk kebaikan dan orang orang yang memegang teguh kemulyaan moral masih ada disekitarmu.
Tapi duniamu kini benar benar penuh warna.

Engkau tidak perlu menyesali dan mengutuk dunia dan zamanmu.
Dulu Nabi mu bahkan keadaannya jauh lebih sangat buruh darimu.
Tetapi Manusia Mulya itu lebih memilih menyalakan cahaya kemulyaan.
Menguatkan pancarannya dalam menerangi gelap zamannya.
Dan mengajak serta memimpin dengan penuh keteladan berjuang menebarkan cahaya kemulyaan iman dalam gelap pekatnya kehidupan kala itu.
Dan kini aku dan dirimu menjadi para penerima cahaya yang disebarkannya.

Jadi jangkau engkau sesali dan engkau kutuki zamanmu.
Mari teruskan perjuangan mulya Nabi mu.

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *