Bangunlah Kebesaran Hidupmu

Oct 31

+1257537121TmzwJsA

“Kebesaran hidupmu bukan ditentukan oleh apa yang engkau miliki, tetapi oleh apa yang bisa engkau berikan secara tulus bagi orang lain”

Teman teman, kita ini semakin tua.Adakah hidup yang kita jalani ini semakin bermanfaat bagi orang lain?.Apakah setiap rezeki, derajat, pikiran dan tenaga yang kita terima dari TUHAN YANG MAHA ESA dan MAHA MENYAYANGI kita selalu kita mintakan hidayah NYA agar bisa menjadi KEKAYAAN HIDUP yang bisa kita manfaatkan bagi kebaikan dan kemajuan hidup orang lain?

Saya ingin mengajak teman teman belajar dari. MANUSIA MANUSIA MULYA berikut ini:

Pertama: PEMULUNG YANG SANGGUP BERQURBAN

Nenek itu memang pemulung. Yati namanya. Dan sudah lebih dari 40 tahun ia selalu menjadi penerima tetap pembagian daging qurban.

Tetapi sejak 3 tahun lalu ia bertekad mulya. Ia ingin bisa menjadi orang yang dapat memberi daging qurban bagi orang lain.

Bisakah niat sucinya itu terlaksana? Mungkinkah dengan penghasilan hanya Rp.25.000,- perhari ia mampu membeli hewan qurban?

Teman teman, tidak ada yang tidak bisa dilaksanakan.Jika seorang hamba Allah sedemikian kuat dan besar tekad serta ketulusannya, maka DIA memudahkan jalan menuju cita cita mulya itu.

Selama 3 tahun Nenek yang berusia 60 tahun itu menabung.Ya menabung teman. Dari penghasilan yang besarnya beberapa kali dibawah penghasilan beberapa diantara kita, akhirnya tahun ini nenek itu bisa membeli 2 ekor kambing untuk diqurbankan.

Kambing pertama seharga 2 juta. Yang kedua seharga 1 juta. Keduanya ia serahkan sendiri ke pengurus sebuah masjid di Tebet Jakarta.

Jamaah masjid itu terharu. Apalagi nenek itu berkata:”Saya ingin sekali saja, seumur hidup memberikan daging kurban. Ada kepuasaan, rasanya tebal sekali di dada. Harapan saya semoga ini bukan yang terakhir,”jelasnya.

Kedua: LAKI LAKI PERPUSTAKAAN KELILING

Djuju Junaedi, usia 67 tahun, selama 20 tahun lebih, terhitung sejak usia 40 tahun dan masih menjadi PNS dengan pangkat gaji golongan 2 di PTPN VIII di Jawa Tengah, mengelola Perpustakaan Keliling dengan berjalan kaki meminjamkan buku di 7 desa

Ia meminjamkan buku tidak untuk kepentingan material teman teman.

Inilah kata katanya:”Saya ikhlash menjadikan ini sebagai amal sebelum saya meninggal. Jika saya mengejar materi sebagai tujuan dari kegiatan saya ini, tentu saya akan mematok harga peminjaman buku.S aya senang dengan berjalan kaki, mudah mudahan setiap langkah dihitung sebagai kebaikan”

Laki laki mulya ini memulai pekerjaan mulyanya, setelah jam 12 siang sepulang kerja dari PTPN VIII.

Beliau istirahat dulu, makan, shalat dhuhur. Lalu mulailah ia mengayunkan langkah mulyanya, hingga sampai ia berjalan kaki sejauh 12 km di 7 desa dan kadang baru sampai dirumahnya jam 10 malam.

Orang orang di 7 desa itu begitu terbantu. Mereka dengan tulus memberi ongkos sewa buku kepada PAHLAWAN MULYA ini. Tetapi itu tidak besar teman. Total dalam sehari beliau hanya bisa membawa pulang uang Rp 10.000-Rp 20.000.Bahkan pernah hanya Rp 3.000.

Dan inilah buah kerja kerasnya itu teman teman: “Alhamdulillah, masyarakat disini berkembang setelah membaca”

Ya ALLAH perbanyaklah hamba hamba MU yang berhati emas seperti mereka berdua itu ditengah tengah bangsa kami ini. Dan mudahkan kami meniru jejak agung hamba hamba MU itu Ya Robbii

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *