Bagaimana Sebuah Cerita Bisa Mengubah Kehidupan?

Oct 31

2013 11 01 Comberton village green

Banyak cerita yang kubaca sejak aku SD. Tetapi sebuah buku cerita yang saya baca pada saat aku masih duduk di bangku SMP tentang seorang siswa SD yang selalu berangkat dan pulang sekolah dengan berlari, sangat mengilhamiku tentang sukses yang hanya bisa diraih dengan bekerja keras secara bertahap hingga meraih sukses pada akhirnya.

Siswa SD itu akhirnya memenangi kejuaran lari diberbagai event olahraga yang diikutinya di kota kelahirannya. Sebab saat dia mengikuti lomba itu sebenarnya tidak terlalu sulit untuk merengkuh juara karena dia hanya perlu mengulang kebiasan berlari yang sudah menjadi kesehariannya itu.

Sekarang setelah 30 tahun kemudian sebuah cerita kerja keras dan sukses kudapatkan dari sebuah film dokumentar tentang prestasi para peraih medalis emas kejuaraan lari marathon dunia.

Film dokumentar itu menjelaskan mengapa Suku Kalingin di Kenya, Afrika selalu melahirkan para juara no 1 lomba lari marathon dunia. Ternyata berlari merupakan kebiasaan sehari hari mereka. Mereka ke pasar, ke sungai, ke sekolah dan keberbagai tempat lainnya selalu melakukannya dengan berlari. Jadi saat mereka mengikuti kejuaraan dunia, mereka tidak kesulitan, karena hanya perlu mengulang dan melakukannya dengan lebih baik.

Mengapa sebuah cerita seperti yang kuturkan diatas bisa mengilhamiku dalam bekerja keras hingga berhasil meraih sejumlah keberhasilan?

Alasan pertama: Cerita memberiku keyakinan yang lebih kuat bahwa menjadi orang yang berhasil bukanlah hal yang mustahil dalam hidup ini. Sebab cerita itu membuatku berpikir”ternyata dalam kehidupan nyata dia telah bisa berprestasi, berarti saya jika melakukan usaha seperti cara yang dilakukannya, saya juga akan berhasil”.

Alasan kedua: Imajinasi atau khayalanku untuk bisa berhasil dalam perjuangan hidup ini terbantu tenrdongkrak. Sebab mimpi untuk berhasil yang sudah kumiliki menjadi lebih mantap kukhayalkan dan kuperjuangkan hingga seberhasil orang dalam cerita itu.

Alasan ketiga: . . . . . (saya lanjutlan besok ya)

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *