Atas Nama Terimakasih Dan Cinta

Jan 17

2014 01 22 20140122 sunset

Ini mungkin sangat sepele dalan perhitunganmu. . .
Aaaaah. . . . tapi cobalah melakukannya.

Coba engkau tarik nafasmu dalam dalam secara perlahan lahan.
Dan hembuskan lah dengan pelan pelan.
Rasakanlah kelembutan dan keberlimpahan kehidupan yang keluar masuk mengisi rongga ragamu.
Engkau akan sangat menyadari siapa YANG MEMEGANG DAN MENGGENGGAM RUH mu.

Coba engkau buka tutup kelopak matamu beberapa kali.
Dan biarkan dua mata indahmu merasakan sentuhan kelembutan jari jemari cahaya pagi mentari.
Engkau akan begitu berterimakasih kepada SANG PEMBERI TERANG DAN PENUTUP KEGELAPAN.

Coba pula engkau siagakan telingamu mendengar beribu suara dari berbagai denyut kehidupan disekitarmu.
Dan tangkaplah semua makna dan pengertian dari suara suara itu.
Engkau akan sangat berterimakasih kepada SANG PEMBERI HIDUP yang telah menghubukan pendengaranmu dengan semua suara yang menandai adanya kehidupan yang sedang berlangsung.
. . . . .

Rasanya itu pasti sangat sepele dalam perasaan dan penilaianmu.
Jika dibandingkan. . .
Dengan kabar kenaikan atau promosi jabatan di kantormu.
Atau pemberitahuan tentang kelulusan anak, adik atau keluargamu yang lain dari tempatnya menimba ilmu.
Atau fakta tentang melambungnya jumlah keuntungan bisnismu.
Atau. . . . . hal hal besar materiil lainnya.

Tapi cobalah.
Kali ini jalani hidupmu atas nama terimakasih dan cintamu kepada TUHAN YANG TELAH MEMBERIKAN HIDUP ini kepadamu.
Engkau akan sangat sadar betapa jauh lebih berharganya semua hal yang engkau anggap sepele itu.

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *