Asyiknya Menulis di Ruang Tunggu Bandara

Jan 18

2014 01 22 20140122 Golden gate in fog

Pesawat ku ditunda keberangkatannya.
Diruang tunggu bandara aku memilih menulis di hp ku.
Sambil menunggu kepastian kapan pesawatku akan diberangkatkan.

Kau tentu tahu kan apa saja yang dikerjakan orang dirung tunggu sebuah bandara?
Nelpon dan sms san, entah urusan bisnis, keluarga, persahabatan atau lainnya.
Main game di hp.
Baca koran, majalah dan buku.
Ngobrol dengan teman seperjalanan.
Melamun.
Dan lain lain.

Kau mau tahu apa yang aku kerjakan?
Tetap saja aku memilih menulis.

Menulis menurutku lebih mengaktifkan pikiranku.
Lho bukankah membaca juga mengaktifkan pikiran?
Ya benar.
Tapi bagiku menulis, apalagi menulis tentang sebuah renungan, ajakan, hibauan, pernyataan, laporan sebuah keadaan dan lain sebagainya, rasanya membuat pikiranku bekerja lebih aktif.

Menulis akan menuntut pikiran mencari dan mengumpulkan informasi.
Menulis menuntut pikiran memiliki kekuatan menyimpan informasi.
Menulis meminta pikiran bisa menggabungkan dan menyatukan berbagai informasi menjadi sesuatu yang lebih bernilai.
Menulis meminta pikiran sanggup menganalisa sesuatu.
Menulis menuntut kemampuan pikiran membandingkan berbagai hal sekaligus.
Dan menulis. . . . . . . . . aah pasti lebih banyak lagi manfaatnya.

Hingga tulisan singkat ini selesai. . . pesawat yang hendak kutumpangi ke Jakarta belum juga akan diberangkatkan
Tapi aku beruntung.
Bisa menuliskan ini untukmu.

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *