Apapun Bisa Engka Raih Asal Bertahap

Oct 27

1257535634nQM5CaB

“Jika kerja keras dan doa mu kepada NYA, engkau harapkan bisa membalikkan dan mengubah keterpurukan hidupmu dalam sehari, mimpimu tidak akan pernah tercapai”

Saya ingin berbagi dan mengatakan apa adanya tentang bagaimana saya melaksanakan prinsip prinsip hidup yang saya pelajari dari kehidupan Nabi Ibrahim a.s.sebagaimana tulisan saya kemarin.

Prinsip: Pengorbanan adalah persembahan tertinggi seorang hamba kepada SANG PENCIPTA.

Prinsip ini mengajari saya kaedah: ika mau mendapatkan pertolongan dari NYA berkorbanlah dengan waktu, tenaga, pikiran, harta bahkan jiwa diatas jalan NYA dan karena cinta kepada NYA.

Saya periksa diri apakah saya menjalankan prinsip ini?

Ternyata saya harus malu, karena saya terlalu banyak berharap agar dimudahkan meraih apa yang menjadi mimpi saya, mendapatkan ketinggian derajat dan kemudahan rizki, tetapi saya hanya mengorbankan sedikit waktu, tenaga, pikiran dan harta saya untuk berhasil.

Saya baca semua kisah dan perjalanan hidup orang orang yang berhasil dibidang apa saja ternyata merupakan kisah dan perjalanan MENGORBANKAN waktu, tenaga, pikiran, harta dan jiwa. Akan tetapi IBRAHIM a.s berada lebih tinggi dari itu semua.

Saya terus belajar sedikit demi sedikit menjalankan prinsip ini, dan dengan ijin NYA merasakan dampak dari prinsip mengagumkan ini.

Prinsip: Menaklukkan yang tidak mungkin menjadi mungkin dengan kerja keras, kepatuhan dan kepasrahan total kepada NYA.

Mempraktekkan ini ternyata tidak mudah.Membiasakan kerja keras dari semula biasa santai sungguh terasa melelahkan.

Mematuhkan dan memasrahkan diri secara total kepada NYA adalah pekerjaan yang sering berhadapan dengan ego dan syahwat saya sendiri yang tidak mudah ditaklukkan.

Tetapi lama lama, saya amat merasa butuh.Ya merasa butuh, benar.

Sebab ketika saya merasakan efeknya sedikit demi sedikit, saya semakin butuh bisa mempraktekkannya dengan semakin sempurna dari waktu ke waktu.

Prinsip: Iman dan keyakinan yang dibangun diatas fondasi pemahaman dan kesadaran yang benar menjadi fondasi bagi ketegaran dan kesabaran.

Tegar dan sabar memang harta kekayaan diri yang mahal.Dan setiap yang berharga mahal pasti tidak mudah untuk mendapatkannya.Tetapi bukan berarti tidak bisa.Kuncinya adalah bertahap.

Ya benar. Saya dengan tertatih tatih mebentuk ketegaran dan kesabaran hidup saya, karena didorong oleh alasan SAYA BUTUH. Sebab datangnya sukses itu lama dan panjang.Tentu saja kunci agar bisa mendapatkannya harus TEGAR dan SABAR dalam panjangnya waktu.

Saya semakin yakin pada kebenaran NYA: “Sifat sifat yang baik dan agung tidak akan diberikan NYA kecuali kepada hamba hambaNYA yang mau bersabar untuk meraihnya “.

Jadi jangan pernah menyerah dan berputus asa teman. Teruslah tumbuh selangkah demi selangkah menjadi hamba NYA yang berkualitas.

Satu komentar

  1. terimakasih sebelumnya atas apa yang pak ustad tuliskan, selama ini saya pikir saya memang kurang bekerja keras sehingga saya tak bisa meraih apa yang saya inginkan, ternyata bukan hanya itu saja, selain harus berkorban waktu, tenaga dan pikiran, yang sering saya lupakan adalah saya tak istiqomah di jalan-NYA, dan kadang bukan di dasari karena cinta kepada-NYA. mohon do,anya pak ustad agar saya selalu TEGAR DAN SABAR.

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *