Apakah Ini Harimu?

May 07

2014-05-08 hari baik

Ashar baru saja berlalu.
Sebentar lagi matahari terbenam.
Itu artinya waktu sehari ini akan rampung.

Seperti hari hari yang telah berlalu,
semestinya aku mampu,
melakukan dan menghasilkan karya karya berarti dalam hidupku.

Jika tidak. . . .
Jangan jangan hari ini aku punya cita cita rendah.
Atau tanpa sadar aku melewati hari ini tanpa cita cita.
Sebab Shafiyuddin Al Hilli mengatakan:
“Kita tidak akan pernah bisa melihat kelemahan kita,
tanpa punya cita cita, padahal di depan mata kita,
terpampang banyak cita cita”
Maka karenanya aku tidak menghasilkan apa apa.

Semestinya sepotong hari,
yang sebentar lagi hendak kurampungkan,
mampu membawaku ke tangga kehormatan yang lebih tinggi.
Karena seorang pendidik besar berujar:
“Apalah arti hidup ini bagi seseorang,
apabila termasuk kategori barang yang bernilai rendah”.

Apakah pada akhirnya,
sepotong hari yang hendak rampung ini adalah hariku. ?
Apakah hari ini adalah milikku?
Entahlah. . .
Aku harus bertanya seperti itu.
Sebab Ali bin Muhammad Al Katib Al Busti menasehati:
“Jika satu hari berlalu,
tanpa aku bisa berbuat yang berarti,
dan tidak mendapatkan ilmu,
maka ia bukan bagian dari usiaku yang sejati”

Sambil melihat matahari yang hendak meninggalkanmu,
menuju ke peraduannya
Cobalah engkau bertanya sepertiku pada dirimu sendiri.
Barangkali jawaban yang kau temukan pada dirimu sendiri,
bisa jauh lebih baik,
dibandingkan dengan yang kutemukan di dalam diriku.

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *